Inararempah.com – Jika Anda ingin menjalankan sebuah bisnis, meskipun hanya bisnis kecil. Anda tetap harus membuat laporan keuangan sederhana agar bisa memantau pertumbuhan bisnis Anda dari hari ke hari.
Hal ini tentunya akan sangat membantu untuk pengembangan bisnis Anda kedepannya dan membuat strategi cadangan jika ada hal yang tidak di inginkan terjadi.
Namun, tidak semua pemilik bisnis mengetahui bagaimana cara membuat laporan keuangan sederhana. Akibatnya laporan keuangan perusahaan menjadi tidak jelas, banyak orang yang melakukan kesalahan pencatatan, dan perkembangan keuangan usahanya menjadi tidak maksimal.
Mengapa Laporan Keuangan Penting Untuk Pemula
Laporan keuangan adalah salah satu alat penting untuk memantau kesehatan keuangan perusahaan atau organisasi. Melalui laporan keuangan, seseorang dapat mengetahui seberapa baik atau buruk kondisi keuangan perusahaan serta kinerja keuangannya dalam suatu periode tertentu. Namun, bagi pemula, laporan keuangan bisa terlihat rumit dan sulit dipahami karena banyaknya istilah teknis dan perhitungan yang terlibat.
Oleh karena itu, laporan keuangan sederhana untuk pemula sangat penting untuk dibuat agar pemula dapat memahami informasi keuangan dengan lebih mudah dan cepat. Dengan laporan keuangan yang sederhana, pemula dapat mempelajari bagaimana membuat laporan keuangan dasar, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.
Laporan keuangan sederhana juga mempermudah proses pemantauan keuangan bagi pemilik bisnis kecil atau individu yang baru memulai bisnis. Dengan memahami kondisi keuangan secara sederhana, pemilik bisnis dapat dengan mudah mengetahui pendapatan, beban, dan keuntungan yang diperoleh selama suatu periode, dan memperbaiki strategi bisnisnya jika diperlukan.
Dengan demikian, laporan keuangan sederhana sangat penting untuk memudahkan pemula dalam memahami kondisi keuangan perusahaan atau organisasi dan memantau pertumbuhan bisnis mereka.
Tips Membuat Laporan Keuangan Sederhana
Oleh karena itu, dibawah ini ada beberapa tips cara membuat Laporan Keuangan Sederhana dari Tim Inara yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda.
1. Membuat Neraca Saldo
Langkah pertama dalam membuat laporan keuangan sederhana adalah dengan membuat neraca saldo terlebih dahulu. Caranya cukup mudah sekali. Anda hanya perlu membuat buku besar yang dibagi menjadi 2 lajur yaitu debit dan kredit.Fungsi neraca saldo adalah untuk mengevaluasi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran bisnis Anda. Dalam Buku Besar inilah total performance keuangan bisnis akan terlihat jelas.
2. Mengumpulkan Data Keuangan
Setelah membuat neraca saldo diatas, selanjutnya Anda harus mengumpulkan semua data keuangan yang tercecer. Mulai dari mengumpulkan data pengeluaran (seperti pembelian bahan baku, pembauaran listrik, air, dan lain sebagainya). Jadikan semua data keuangan ini menjadi satu dalam file.
Nantinya, file keuangan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal rekonsiliasi. Jurnal Rekonsiliasi ini biasanya berisi transaksi khusus yang terjadi selama periode waktu tertentu. Dan data ini juga harus dicatat kemudian disinkronkan dengan neraca saldo yang sudah Anda buat.
3. Memasukkan Data Ke Laporan Neraca Lajur
Laporan Neraca Lajur adalah adalah neraca yang berisi tentang kumpulan laporan yang Anda buat sebelumnya. Oleh karena itu, tabel yang ditampilkan akan lebih banyak dan data yang diunggah akan lebih beragam. Tetapi Anda tetap perlu membuat pembeda antara tabel kredit dan debit. Hal ini dilakukan untuk membedakan mana yang merupakan pendapatan dan mana yang merupakan pengeluaran.
Silahkan perhatikan Contoh Laporan Neraca Lajur di bawah ini sebagai informasi :

4. Membuat Laporan Laba Rugi
Jika data sudah lengkap dan dimasukkan dalam Neraca Lajur, maka buatlah laporan laba rugi. Tujuannya adalah untuk memuat data yang lebih lebih spesifik bagi keuangan perusahaan.
5. Membuat Jurnal Penutup (Jurnal Penyesuaian)
Jurnal penutup adalah laporan yang berisi penyesuaian keuangan berdasarkan data laporan laba rugi dalam periode waktu tertentu. Isi laporan ini adalah jumlah nominal pendapatan dan pengeluaran perusahaan yang sudah diakumulasikan dari Jurnal sebelumnya.
Silahkan lihat contoh dibawah ini untuk lebih jelasnya :

6. Membuat Neraca Saldo Pasca Penutupan Jurnal
Ini adalah laporan neraca terbaru yang dibuat untuk melakukan pemeriksaan data yang lebih akurat. Jurnal ini juga sama, terdiri dari lajur Debet dan Kredit. Hanya saja Neraca ini di buat untuk mencegah kesalahan data saat audit berlangsung selama penilaian keuangan sebelum laporan akhir.
Itulah beberapa cara sederhana dan lengkap untuk membuat laporan keuangan sederhana. Jika hal ini dilakukan dengan baik, tentunya tidak akan ada data keuangan yang tertinggal. Sehingga Anda dapat melihat dengan jelas posisi keuangan perusahaan Anda. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.





Leave a Reply