Faktor Pencetus Diabetes & Cara Menghindarinya

Faktor Pencetus Diabetes & Cara Menghindarinya

Faktor Pencetus Diabetes & Cara Menghindarinya

Seperti yang kita ketahui bahwa faktor pencetus diabetes bermacam-macam. genetik (keturunan), faktor dari luar seperti virus dan bahan beracun, pola makan dan minum hingga gaya hidup sehari-hari.

 

Sekitar 95% kasus diabetes di Indonesia adalah diabetes tipe II. Kondisi ini membuktikan banyak- nya anggota masyarakat yang menerapkan gaya hidup kurang sehat. Misalnya, tidak mengatur pola makan (banyak mengonsumsi karbohidrat, lemak, dan makanan dengan kandungan gula tinggi). Sementara, tidak pernah atau jarang sekali berolahraga.

 

 

 

Faktor Pencetus Diabetes

 

Diabetes, suatu kondisi yang memengaruhi cara tubuh mengelola gula darah, telah menjadi tantangan kesehatan global yang memerlukan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor pencetusnya. Mengetahui penyebab diabetes dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif adalah kunci untuk menghindari risiko penyakit ini. Mari kita telusuri beberapa faktor pencetus diabetes yang umum dan strategi yang dapat diadopsi untuk mencegahnya.

 

 

1. Genetika dan Riwayat Keluarga

Faktor genetika dapat memainkan peran penting dalam kemungkinan seseorang mengembangkan diabetes. Jika ada riwayat diabetes dalam keluarga, penting untuk memperhatikan tanda-tanda dan memonitor gula darah secara teratur. Meskipun faktor genetika tidak dapat diubah, pemantauan yang rajin dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko.

 

2. Gaya Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, kurangnya aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan, dapat meningkatkan risiko diabetes. Mengadopsi pola makan seimbang, rajin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal merupakan langkah-langkah kunci untuk menghindari dampak negatif dari gaya hidup tidak sehat.

 

3. Resistensi Insulin

Resistensi insulin, di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik, dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Olahraga teratur, diet rendah gula dan lemak, serta menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mengatasi resistensi insulin.

 

4. Stres dan Kualitas Tidur

Stres kronis dan kurang tidur dapat berkontribusi pada risiko diabetes. Manajemen stres, seperti meditasi dan olahraga relaksasi, serta menjaga rutinitas tidur yang baik, dapat membantu menjaga keseimbangan hormonal dan mengurangi risiko diabetes.

 

5. Umur dan Keturunan Etnis

Risiko diabetes meningkat seiring bertambahnya usia, dan beberapa kelompok etnis memiliki predisposisi yang lebih tinggi. Pemantauan kesehatan secara berkala dan adaptasi gaya hidup yang sehat dapat membantu mengelola risiko ini.

 

 

Dalam menanggapi faktor-faktor pencetus diabetes, langkah-langkah preventif merupakan kunci penting. Edukasi diri tentang gaya hidup sehat, pemantauan kesehatan secara teratur, dan kerja sama dengan profesional medis dapat membantu seseorang meminimalkan risiko diabetes. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, kita dapat melangkah menuju hidup yang lebih sehat dan menghindari dampak serius penyakit ini.

 

 

 

Cara untuk Menghindarinya

 

 

1. Faktor Genetik (Keturunan)

Seseorang memiliki risiko terserang diabetes jika salah satu atau kedua orangtuanya adalah diabetesi. Anak laki-laki memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi penderita, sedangkan anak perempuan merupakan pembawa gen dan memiliki kemungkinan mewariskan ke anak-anaknya.

Anak dari diabetesi sejak dini sebaiknya menjaga pola makan dan rutin berolahraga untuk memperkecil kemungkinan terserang penyakit ini. Tidak kalah penting adalah menghindari stres.

 

 

2. Faktor Usia

Orang yang berusia di atas 40 tahun lebih rentan terserang diabetes. Namun, tidak menutup kemungkinan orang yang berusia di bawah 40 tahun bisa juga terbebas dari penyakit ini.

Tips untuk tetap bugar dan terbebas dari Diabetes adalah dengan menjaga pola makan, menjaga pola pikir (menghindari stres), dan rutin berolahraga sejak dini dapat menghindari risiko terserang diabetes pada saat berusia tua.

 

 

3. Pola Makan dan Kegemukan

Makan yang melebihi porsi ideal dalam jangka waktu yang cukup lama akan dapat menyebabkan diabetes. Terutama jika asupan kalori berlebihan. Makanan berkalori tinggi dapat mengganggu stimulasi sel-sel beta pankreas dalam mengeluarkan insulin. Asupan lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi juga mendorong munculnya penyakit ini.

Baca tentang Lemak Trans disini.

 

 

4. Stres

Stres dapat memberikan dampak yang buruk terhadap fungsi insulin. Para ahli dari Karolinska Institute – Swedia, menemukan bahwa pria dengan tingkat stres psikologis yang tinggi memiliki risiko dua kali lipat menderita Diabetes tipe Il dibandingkan dengan yang tingkat stres psikologisnya rendah.

 

Namun, hubungan antara tingginya stres psikologis dengan diabetes tidak ditemukan pada wanita.

Penyebabnya adalah karena pria dan wanita cenderung berbeda dalam menghadapi stres. Wanita cenderung terbuka dan bersikap lebih santai saat menghadapi stress. Sedangkan pria yang menghadapi stress cenderung tertutup dan sensitif. Hal ini dapat menjelaskan tentang perbedaan risiko antara pria dan wanita terhadap penyakit Diabetes.

 

 

5. Jarang Berolahraga

Berolahraga secara teratur dapat mengurangi risiko terkena Diabetes. Berolah raga juga dapat mencegah kegemukan – yang menjadi salah satu penyebab utama risiko Diabetes tipe II.

Bagi diabetesi, olahraga secara teratur bermanfaat untuk membantu menormalkan dan menurunkan kadar gula dalam darah.

Sehingga hal ini dapat mengurangi kebutuhan pasien terhadap obat- obatan dan insulin. Ada beragam jenis olahraga yang dapat dilakukan bagi penderita Diabetes yaitu senam khusus untuk diabetes, jalan santai, berenang dan bersepeda.

 

 

6. Kehamilan

Diabetes yang muncul saat hamil dapat menimbulkan dampak buruk pada bayi yang dikandung. Terutama jika tidak pengobatan secara benar. Diabetes bisa muncul hanya selama masa kehamilan atau berlanjut pascamelahirkan.

 

 

 

Diabetes Pada Kehamilan

Gejala diabetes saat kehamilan mirip dengan gejala pada penderita umumnya. Antara lain sering buang air kecil, sering merasa lapar, haus, dan berat badan turun drastis. Gejala lain yang sering muncul adalah bisul, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, dan mudah kesemutan.

 

 

 

Ada beberapa cara untuk mengendalikan Diabetes saat kehamilan, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Melakukan diet dengan mengurangi konsumsi gula sederhana (biasa terdapat pada minuman dan camilan manis) dan mengatur pola makan sesuai kebutuhan kalori ibu hamil. Masalah diet ini sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli gizi.

 

  1. Mengontrol gula darah secara berkala. Mengontrol Kadar Gula Darah bisa di lakukan di rumah sakit, dokter ataupun dilakukan sendiri di rumah dengan  menggunakan alat pengukur kadar gula darah yang banyak beredar di pasaran.

 

  1. Melakukan suntik insulin. Selama hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi obat- obatan penurun gula darah yang merangsang produksi insulin. Karena itu, lakukan menyuntikan insulin.

 

  1. Menghindari drop-nya gula darah. Dapat

dengan cara ngemil secara teratur, tetapi bukan camilan manis.

 

  1. Melakukan olahraga ringan. Misalnya jalan kaki atau berenang.

 

 

 

7. Minuman Beralkohol dan Rokok

Seperti yang kita ketahui bahwa Alkohol dan Rokok bisa menjadi penyebab meningkatnya risiko Diabetes tipe II.  Ada Zat Kimia yang terkadung dalam Rokok, yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Zat ini disebut Nornikotin, adalah salah  satu zat yang mudah menguap-volatil.

 

Jika seorang perokok berat menghabiskan lebih dari satu bungkus rokok per hari, maka ia akan memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar terkena diabetes dibanding dengan orang yang tidak merokok.

Minuman Alkohol juga dapat menyebabkan inflamasi kronis di pankreas (pankreatitis), yang dapat menyebabkan gangguan dalam proses produksi insulin. Pada akhirnya menyebabkan diabetes.

 

 

8. Virus dan Bakteri

Ada beberapa Virus yang bisa menjadi penyebab Diabetes, yaitu mumps, rubela dan human coxackievirua B4. Virus-virus ini bekerja dengan menyerang melalui reaksi auto-imunitas yang menghilangkan auto-imun dalam sel beta. Bisa juga melalui infeksi sitolitik dalam sel beta, yang mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Kasus diabetes akibat virus masih belum terdeteksi. Namun, para ahli kesehatan menduga virus cukup berperan menyebabkan diabetes.

 

 

9. Bahan Toksik (Beracun)

Ada juga paparan Bahan Beracun yang dapat menyebabkan risiko penyakit Diabetes. Bahan beracun ini bekerja dengan merusak sel beta dalam tubuh. Sel tersebut antara lain rodentisida, alloxan dan streptozoctin (produk sejenis jamur). Selain itu ada juga sianida yang berasal dari singkong.

 

 

 

Itulah beberapa informasi mengenai Faktor Penyebab Diebetes dan Cara Menghindarinya. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa tetap menjaga kesehatan

Salam sehat