Cara Mengenali dan Mendiagnosis Trauma – Tahukah kamu, kadang-kadang hidup bisa melempar kita ke dalam situasi yang bikin pikiran dan hati jadi kacau balau. Entah kenapa kita merasa seperti itu jika di hadapkan dalam suatu kondisi khusus, yang walau familiar tetapi bisa membuat kita merasa panik, takut, cemas, gelisah yang bikin hati dan pikiran kacau balau seketika. Nah, inilah yang namanya trauma. Jadi, trauma tuh kayak efek samping dari momen-momen susah yang kita alami sendiri atau kita saksikan secara langsung. Intinya, trauma itu kayak bekas luka yang gak keliatan tapi bisa sakit banget, bahkan setelah peristiwa itu udah berlalu dalam beberapa waktu. Seperti bom waktu yang bisa meledak kapan aja di kepala kita.
Trauma, apakah itu?
Trauma itu seperti bentuk respon super kuat dari pikiran kita terhadap momen atau serangkaian momen yang bikin kita merasa terancam banget, baik secara fisik maupun emosional. Bisa datang dari kejadian serius seperti kecelakaan parah, ditinggalkan orang tercinta, disakiti, pengalaman yang gak enak banget misalnya kekerasan, penghianatan atau pelecehan. Gak melulu hal-hal besar, trauma juga bisa muncul dari hal-hal kecil seperti kata-kata kasar atau perlakuan gak adil yang berulan, sampe hal-hal kecil yang ternyata ninggalin jejak yang gede banget di pikiran kita.
Setiap orang bisa bereaksi beda-beda terhadap trauma, dan gejalanya pun bisa beragam. Ada yang sering kena serangan panik, ada yang merasa terus-terusan cemas atau sedih, ada yang gelisah atau menangis terus-menerus dan kadang kesulitan banget buat terhubung baik dengan orang lain. Yang pasti, trauma bisa mengubah pandangan kita tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitar.
Satu hal yang penting, setiap orang punya pengalaman dan persepsi yang beda soal trauma. Gak semua orang bakal merasa hal yang sama untuk sebuah hal traumatis. Dan kadang-kadang, trauma bisa berkembang jadi gangguan stres pasca-trauma yang bikin kita terus-terusan terganggu sama peristiwa traumatis yang sudah lewat.
Macam-Macam Jenis Trauma
Trauma, berdasarkan penyebabnya, dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang mencakup trauma akut, trauma kronis, dan trauma kompleks.
1. Trauma Akut
Ini adalah jenis trauma yang terjadi karena satu peristiwa berbahaya yang terjadi sekali saja. Contohnya, kecelakaan yang parah atau bencana alam yang mengguncang. Meskipun trauma akut umumnya terjadi dalam waktu singkat, dampak psikologisnya bisa berlangsung sangat lama.
2. Trauma Kronis
Trauma ini berkaitan dengan kejadian buruk yang terjadi secara berulang dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Ini bisa termasuk situasi seperti bullying di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual dalam jangka waktu tertentu, pengkhianatan yang terjadi berkali-kali, dan lain sebagainya. Karena terjadi berulang kali, trauma kronis sering kali memiliki dampak yang mendalam pada kesehatan mental dan emosional individu.
3. Trauma Kompleks
Trauma ini terjadi karena beberapa kejadian traumatis yang terjadi dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, seseorang mengalami kehilangan yang mendalam, diikuti dengan kekerasan dalam rumah tangga, dan kemudian mengalami pelecehan di tempat kerja. Trauma kompleks ini sering kali lebih rumit karena melibatkan beragam kombinasi dari beberapa pengalaman traumatis yang saling terkait satu sama lain.
Dalam semua jenis trauma ini, pengalaman trauma masing-masing orang dan dampaknya bisa sangat bervariasi. Yang jelas, setiap jenis trauma membawa beban emosional yang berat dan seringkali membutuhkan dukungan dan intervensi yang sesuai untuk memulihkan kesehatan mental orang tersebut.
Untungnya, ada berbagai cara buat ngatasi trauma. Mulai dari konseling sampai terapi perilaku kognitif (aktivitas mental), ditambah dukungan dari lingkungan sosial yang solid. Dengan perawatan yang tepat, orang yang mengalami trauma bisa melakukan pemulihan kesehatan mental mereka dan membangun hidup yang lebih positif lagi di masa depan. Jadi, jangan takut buat cari bantuan kalo kamu alami trauma, ya. Kita pasti bisa melewati ini bersama-sama!
Apa yang Menyebabkan Trauma?
Sebenarnya ada banyak sekali hal yang bisa menyebabkan trauma, dan hal yang menyebabkan trauma itu bisa berbeda-beda pada setiap orang. Nih, beberapa penyebab kenapa orang bisa alami trauma :
- Kejadian Serius: Macem-macem, dari kecelakaan mobil sampe bencana alam yang bikin kita ngerasa hidup kita dalam bahaya.
- Kekerasan Fisik atau Seksual: Bayangin aja, ngalamin kekerasan atau pelecehan gitu, pasti bikin hati jadi bergetar dan pikiran jadi kacau.
- Kehilangan yang Bikin Hati Hancur: Misalnya kehilangan orang yang kita sayang banget, itu bisa jadi pukulan berat yang bikin trauma mendalam.
- Pengalaman Buruk Berkali-kali: Kadang, hal-hal yang kecil tapi terus-menerus bisa ngumpul jadi satu beban besar yang bikin kita trauma. Seperti dibohongi, dikhianati, teror, berada dalam intimidasi, dan lain-lain.
- Ketakutan : Bisa juga hal yang membuat kita takut itu menjadi sebuah trauma, contohnya : pernah tenggelam, digigit ular, jatuh dari tebing, di kurung di tempat sempit dan gelap, dan sebagainya.
- Pelecehan dan Penyalahgunaan: Mengalami pelecehan verbal, emosional, atau penyalahgunaan fisik atau seksual secara berulang dapat mengakibatkan trauma yang berdampak jangka panjang.
- Lingkungan yang Gak Aman: Kalo lingkungan kita gak nyaman atau bahkan bahaya, itu bisa bikin kita selalu was-was dan akhirnya trauma juga. Contohnya seperti konflik keluarga, atau kekurangan dukungan sosial juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami trauma.
Intinya, trauma itu dateng dari berbagai situasi yang bikin kita ngerasa terancam atau gak aman, dan itu bisa jadi berasal dari mana aja, baik dari pengalaman langsung atau melihat hal-hal yang nggak enak.
Gejala-Gejala Trauma
Terkadang ada beberapa orang yang kurang peka dan tidak merasa bahwa ia sedang mengalami Gejala Trauma. Gejala trauma pada setiap orang tantu saja bisa berbeda-beda tergantung pada situasinya dan seberapa parah dampaknya. Tetapi, secara umum, gejala trauma dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu Reaksi Fisik dan Reaksi Psikis dan Emosional. Mari kita lihat seperti apa gejalanya di bawah ini.
1. Reaksi Fisik
- Sakit kepala.
- Rasa kelelahan yang berlebihan.
- Gangguan pencernaan seperti mual atau diare.
- Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
- Tubuh mengeluarkan keringat berlebihan.
2. Reaksi Psikis dan Emosional
- Merasa takut, panik, atau cemas secara berlebihan.
- Cenderung menutup diri dan enggan bersosialisasi dengan orang lain.
- Kesulitan untuk berkonsentrasi atau memusatkan perhatian.
- Masalah tidur atau insomnia.
- Merasa sedih, sering menangis tanpa sebab dan kurang minat terhadap aktivitas sehari-hari.
- Mengalami perubahan pola makan seperti makan berlebihan atau malah kehilangan nafsu makan.
Ini adalah beberapa gejala umum yang sering muncul pada saat seseorang mengalami trauma. Penting untuk diingat bahwa setiap orang mungkin merasakan gejala yang berbeda-beda dan penting untuk mencari bantuan jika gejala-gejala tersebut mengganggu keseharian aktivitas kita.
Dalam proses mengenali dan mendiagnosis trauma, kesadaran akan pengalaman setiap orang dan upaya untuk memahami gejala yang muncul adalah langkah penting. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai tanda dan dampak trauma, kita dapat lebih siap dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Di tengah upaya kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif, pengetahuan tentang cara mengenali serta mendiagnosis trauma menjadi pondasi yang kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan mental dan emosional bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
Baca Juga : Cara Mengatasi Trauma Masa Lalu





Leave a Reply