{"id":2286,"date":"2025-08-30T20:23:26","date_gmt":"2025-08-30T20:23:26","guid":{"rendered":"https:\/\/inararempah.com\/?p=2286"},"modified":"2025-08-30T20:23:26","modified_gmt":"2025-08-30T20:23:26","slug":"pepes-ikan-populer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/pepes-ikan-populer\/","title":{"rendered":"Resep Pepes Ikan Populer"},"content":{"rendered":"<p>Pepes ikan patin kemangi merupakan salah satu hidangan tradisional Indonesia yang kaya akan rasa dan aroma. Pepes adalah teknik memasak khas Sunda, Jawa Barat, di mana bahan makanan dibungkus dengan daun pisang dan kemudian dikukus atau dipanggang hingga matang. Teknik ini memberikan aroma khas dari daun pisang yang menyatu dengan bumbu dan bahan utama, menciptakan sensasi rasa yang kompleks dan lezat. Ikan patin, dengan dagingnya yang lembut dan kaya lemak, menjadi pilihan sempurna untuk hidangan pepes ini.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h2><strong><b>Sejarah Pepes<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Pepes, atau dikenal juga sebagai pais di beberapa daerah, memiliki akar yang mendalam dalam tradisi kuliner Sunda. Metode memasak dengan cara membungkus bahan makanan dalam daun pisang ini diperkirakan sudah ada sejak zaman pra-kolonial. Teknik ini tidak hanya digunakan untuk ikan, tetapi juga untuk daging, ayam, tahu, dan berbagai jenis sayuran.<\/p>\n<p>Dalam konteks sejarah, pepes dianggap sebagai salah satu cara untuk mengawetkan makanan. Sebelum adanya teknologi pendinginan modern, membungkus makanan dengan daun pisang dan memasaknya dapat membantu mempertahankan kelezatan dan kesegaran bahan makanan lebih lama. Selain itu, teknik ini memungkinkan makanan dimasak dengan cara yang lebih sehat, karena tidak memerlukan banyak minyak.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong><b>Asal Usul dan Tradisi Pepes<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Pepes, atau yang dikenal sebagai &#8220;pais&#8221; di beberapa daerah, adalah metode memasak tradisional yang berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Metode ini telah digunakan selama berabad-abad sebagai cara untuk memasak dan mengawetkan makanan. Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus tidak hanya memberikan aroma khas tetapi juga menjaga kelembutan dan kelezatan bahan yang dimasak.<\/p>\n<h2><strong><b>Bumbu Pepes yang Khas<\/b><\/strong><\/h2>\n<p>Pepes identik dengan penggunaan bumbu-bumbu yang melimpah, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, cabai, dan berbagai rempah lainnya. Bumbu ini dihaluskan dan dioleskan pada bahan utama, dalam hal ini ikan tuna. Ciri khas lain dari pepes adalah penambahan daun kemangi, serai, dan daun salam, yang memberikan aroma dan rasa yang sangat khas.<\/p>\n<h3>Resep Pepes Ikan Patin<\/h3>\n<p><strong>Untuk 5 Porsi<\/strong><\/p>\n<p><strong>Nilai Gizi per porsi 75kkal<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bahan-Bahan :<\/strong><br \/>\n250gram Daging Ikan Patin (potong sesuai selera)<\/p>\n<p>5 sdm Daun Bawang di iris halus<\/p>\n<p>1 buah Tomat di cincang halus<\/p>\n<p>20 lembar Daun Kemangi<\/p>\n<p>Daun Pisang untuk membungkus secukupnya<\/p>\n<p><strong>Bumbu yang dihaluskan :<\/strong><\/p>\n<p>5 butir Kemiri<\/p>\n<p>5 buah Cabai Merah Besar<\/p>\n<p>1 iris kecil Kunyit<\/p>\n<p>2 sdm Bawang Putih dicincang halus<\/p>\n<p>Garam, Gula dan Terasi secukupnya sesuai selera<\/p>\n<h3><strong>Cara Membuat Pepes Ikan Patin :<\/strong><\/h3>\n<p>1. Campur bumbu halus dan bahan-bahan lalu aduk rata<\/p>\n<p>2. Baluri potongan-potongan ikan dengan bumbu<\/p>\n<p>3. Bungkus daging ikan dalam Daun Pisang, lalu semat lidi ujung daunnya<\/p>\n<p>4. Kemudian Kukus sampai matang dan layu, kurang lebih selama 30 menit.<\/p>\n<p>5. Angkat dan lebih nikmat di sajikan hangat.<\/p>\n<h2>Resep Pepes Tuna<\/h2>\n<p><strong>Untuk 10 Bungkus<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_2296\" aria-describedby=\"caption-attachment-2296\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2296\" src=\"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Pepes-Tuna-300x255.jpg\" alt=\"Pepes Tuna\" width=\"300\" height=\"255\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2296\" class=\"wp-caption-text\">Pepes Tuna<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Jumlah Kalori per Porsi : 56kkal<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bahan-Bahan:<\/strong><\/p>\n<p>1 sdm minyak untuk menumis 250 g ikan tuna, kukus<\/p>\n<p>2 bh cabai merah, iris kasar 100 ml santan<\/p>\n<p>1 sdm minyak<\/p>\n<p>2 lbr daun jeruk, iris halus<\/p>\n<p>1 btg serai, memarkan 1 btr telur ayam<\/p>\n<p><strong>Bumbu dihaluskan:<\/strong><br \/>\n4 btr kemiri<br \/>\n1 sdt bawang putih cincang<br \/>\n2 sdm bawang merah iris<br \/>\n1\/2 sdt ketumbar 1 iris kencur (kecil)<br \/>\n1 iris jahe (kecil)<br \/>\n1 sdt garam<br \/>\n1 sdt gula pasir<br \/>\nDaun pisang untuk bungkus<\/p>\n<h3>Cara membuat Pepes Tuna :<\/h3>\n<ol>\n<li>Tumis bumbu yang dihaluskan bersama serai dan daun jeruk, masukkan ikan, tumis sebentar, masukkan santan, masak sampai santan kering, angkat.<\/li>\n<li>Pecahkan telur, aduk rata, ambil daun pisang, bungkus kecil menjadi 10 bungkus.<\/li>\n<li>Bungkus seperti lontong.<\/li>\n<li>Kukus dalam kukusan panas selama \u00b1 30 menit. Angkat. Hidangkan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><\/h3>\n<p>Pepes ikan patin adalah warisan kuliner Indonesia yang kaya akan rasa, aroma, dan makna budaya. Dari sejarah panjang teknik memasak pepes hingga adaptasi modern yang terus berkembang, pepes ikan patin tetap menjadi salah satu hidangan favorit yang mencerminkan kekayaan tradisi dan inovasi kuliner Indonesia. Dengan setiap gigitan pepes ikan patin, kita tidak hanya menikmati kelezatan makanan, tetapi juga merasakan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pepes ikan patin kemangi merupakan salah satu hidangan tradisional Indonesia yang kaya akan rasa dan aroma. Pepes adalah teknik memasak khas Sunda, Jawa Barat, di mana bahan makanan dibungkus dengan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2287,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22,41],"tags":[38,49,36],"class_list":["post-2286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-laukpauk","category-menu-diet-sehat","tag-ikan","tag-kukus","tag-seafood"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2286"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2286\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/inararempah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}