Inararempah.com – Istilah Couplepreneur meroket sejak pandemi melanda Indonesia. Apakah Anda pernah mendengar istilah ini? Atau bahkan belum pernah mendengarnya sama sekali. Kali ini Tim Inara akan membahas Bisnis Couplepreneur – dimana hal ini banyak di tanyakan oleh para pembaca kami.
Apakah Couplepreneur itu?
Couplepreneur adalah sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada pasangan yang memiliki dan menjalankan bisnis bersama. Sebenarnya Couplepreneur bukanlah konsep baru. Pada kenyataannya konsep Couplepreneur telah berlangsung selama berabad-abad silam.
Contohnya adalah nenek moyang kita dulunya sebagian besar mencari nafkah dengan bertani dan berkebun. Sebagian besar dari mereka adalah pasangan suami istri, dimana mereka mbahu membahu merawat ladang pertanian dan perkebunan mereka. Hanya saja jaman dahulu istilah Couplepreneur ini belum populer, sehingga tak banyak bisnis pasangan suami-istri yang di sebut sebagai Couplepreneur.
Apalagi saat situasi perekonomian Indonesia yang sepertinya belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan. Dimana banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Lapangan kerja yang berkurang, dan beberapa hal lainnya yang menjadi pendorong para pasangan suami-istri untuk mencari penghasilan tambahan di luar hasil dari hasil pekerjaan utama.
Karena hal inilah maka banyak orang atau pasangan yang memutuskan untuk berbisnis bersama, atau yang sedang tren saat ini adalah disebut sebagai Startup bisnis.
Terlepas dari PHK dan berkurangnya lapangan kerja, beberapa pasangan memutuskan untuk membangun bisnis bersama karena berbagai alasan.
Keadaan sebagai Couplepreneur bagi sebagian orang di nilai sebagai cara yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama pasangan. Dimana Suami istri tidak lagi hanya menghabiskan waktu bersama di malam hari. Tetapi juga bisa bekerja sama, dan memberi kita kesempatan untuk saling percaya, jujur dan mendorong satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Baca juga : Kelebihan dan Manfaat menjadi Couplepereneur
Pertimbangan menjadi Couplepreneur
Tetapi pada kenyataannya, menjadi Couplepreneur dan membuat bisnis yang sukses adalah tidak semudah kata-kata motivator. “Semangat Membara” yang kita dapatkan setelah keluar dari ruang Training sebuah sesi workshop motivator, sejatinya juga harus di imbangi dengan pemikiran yang benar-benar matang.
Ada banyak kata-kata motivator yang sangat bisa membakar semangat dan membuat kita “gelisah” untuk segera keluar dari pekerjaan tetap dan langsung memulai bisnis, baik itu Couplepreneur ataupun sendirian. Tetapi pada kenyataannya berbisnis adalah tidak semudah kata motivator.
Berikut pertimbangan utama untuk menjadi Couplepreneur.
Couplepreneur adalah istilah yang digunakan untuk pasangan yang memutuskan untuk memulai bisnis bersama. Terdapat beberapa pertimbangan yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menjadi couplepreneur, antara lain:
1. Kepribadian dan kemampuan pasangan
Kepribadian dan kemampuan masing-masing pasangan harus dipertimbangkan dengan baik. Setiap individu memiliki karakter, kekuatan, dan kelemahan yang berbeda-beda. Sebelum memulai bisnis bersama, pasangan harus mengevaluasi kemampuan dan karakteristik masing-masing, serta menentukan peran dan tanggung jawab dalam bisnis.
2. Kecocokan visi dan misi
Couplepreneur harus memiliki visi dan misi yang sama untuk bisnis mereka. Perbedaan dalam visi dan misi dapat memicu perselisihan dan ketegangan dalam hubungan pribadi dan bisnis. Sebelum memulai bisnis bersama, pastikan bahwa Anda dan pasangan memiliki tujuan yang sama dalam bisnis tersebut.
3. Toleransi dan komunikasi yang baik
Pada awalnya, pasangan mungkin akan menghadapi tantangan dalam bekerja bersama. Namun, toleransi dan komunikasi yang baik dapat membantu mengatasi masalah dan menjaga hubungan pribadi tetap sehat. Sebelum memulai bisnis bersama, pastikan bahwa Anda dan pasangan dapat berkomunikasi dengan baik dan memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi.
4. Keuangan dan risiko
Couplepreneur harus mempertimbangkan risiko dan keuangan bisnis mereka secara matang. Memulai bisnis bersama dapat memakan waktu dan biaya yang besar, dan dapat memengaruhi keuangan pribadi pasangan. Pastikan bahwa Anda dan pasangan memahami risiko yang terlibat dalam bisnis tersebut dan memiliki rencana keuangan yang matang.
Couplepreneur juga harus mempertimbangkan waktu dan keseimbangan hidup. Bekerja bersama di dalam bisnis dapat menghabiskan waktu yang banyak dan dapat memengaruhi hubungan pribadi. Pastikan bahwa Anda dan pasangan dapat menyeimbangkan antara waktu kerja dan waktu bersama dengan keluarga dan teman-teman.
Baca Juga : Kelebihan dan Manfaat menjadi Couplepreneur
Pertimbangan lain untuk menjadi Couplepreneur
Selain itu, ada beberapa hal lain juga yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memutuskan untuk menjadi Couplepreneur, seperti di bawah ini :
1. Memikirkan jenis bisnis apa yang akan di jalankan
2. Membuat Plan Bisnis dengan matang >> baca disini
3. Melakukan pembagian tugas yang jelas antar pasangan, jika Anda menjadi Couplepreneur
4. Terapkan professionalisme meskipun Anda menjadi Couplepreneur. Jika Anda sedang bertengkar dengan pasangan, tetapi kalian tetap harus mengurus bisnis – maka mau tidak mau kalian harus bekerja secara professional dan menekan perasaan pribadi.
5. Bagi Coupleperenur, ingatlah Anda akan menjadi lebih lama bersama pasangan Anda dalam sehari. Artinya bisa jadi tidak ada ruang atau space antara Anda dan pasangan secara psikologis.
6. Bagi Couplepreneur harus di pikirkan secara jelas juga bahwa selain bisnis, ada anak-anak dan keluarga yang harus di urus.
7. Bagi Couplepreneur, harus siap jika pemasukan hasil bisnis bisa jadi tidak stabil jumlahnya – berbeda saat masih bekerja secara tetap pada perusahaan lain.
8. Memisahkan antara Keuangan Bisnis dan Keuangan Keluarga
9. Membangun Tim Manajemen jika bisnis sudah berkembang dengan baik. Dalam hal ini Anda juga harus memikirkan pemasukan bisnis yang stabil agar bisa membayar biaya operasional dan gaji karyawan Anda.
10. Selalu terapkan hitungan pesimis, realistis dan optimis dalam bisnis – agar Anda bisa segera mengantisipasi jika ada hal yang tidak di perdiksi terjadi.
11. Membangun komunikasi yang positif dan lebih intens bagi Couplepreneur. Hal ini dilakukan agar tidak ada prasangka mengenai pekerjaan bisnis yang dijalankan. Misalnya, Anda merasa pekerjaan yang Anda kerjakan lebih banyak dari pasangan Anda, atau Anda merasa penghasilan bisnis tidak kelihatan wujudnya padahal bisnis masih berjalan baik, dan banyak hal lainnya.
12. Segera menyelesaikan masalah jika Anda bertengkar dengan pasangan – hal ini dilakukan agar tidak mempengaruhi kegiatan bisnis
13. Saling percaya dan menjaga kepercayaan
14. Turunkan ego, tinggikan toleransi dan lakukan dengan bertanggung jawab selayaknya Anda bekerja di kantor
15. Bagi Startup – bersiaplah bahwa bisa jadi Anda bekerja selama 7 hari seminggu dalam hampir 20 jam sehari.
16. Harus siap terhadap keadaan dimana Bisnis Couplepreneur tidak berjalan dengan baik dan tidak menghasilkan pemasukan sepersen pun, sedangkan Anda dan pasangan sudah tidak mempunyai pendapatan tetap dari pekerjaan lainnnya.
Wajib di ketahui bahwa mungkin saja menjadi Couplepreneur tidak cocok untuk semua orang. Tetapi jika ingin mencobanya, Anda dapat memahami penjelasan di atas dan sebisa mungkin menerapkannya.
Jika Anda memiliki dasar yang kuat, maka Anda dapat menjalankan bisnis baik sendiri ataupun bersama pasangan Anda dengan lancar. Itulah beberapa ulasan mengenai hal yang harus diperhatikan jika ingin menjadi Couplepreneur.
Selama periode 2020-2023, fenomena Couplepreneur di Indonesia telah menjadi semakin mencolok, mencerminkan tren global di mana pasangan tidak hanya membagi kehidupan pribadi, tetapi juga berkolaborasi dalam mendirikan dan mengelola bisnis bersama. Berbagai faktor telah mendorong pertumbuhan Couplepreneur di Indonesia, dan ini melibatkan berbagai sektor bisnis, mulai dari industri kreatif hingga bisnis teknologi.
Dengan terus berkembangnya tren Couplepreneur, diharapkan bahwa pasangan di Indonesia akan terus mengukir cerita sukses mereka dalam dunia bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Perjalanan Couplepreneur di Indonesia selama periode 2020-2023 menunjukkan dinamika yang menarik dalam menciptakan hubungan yang sehat dan bisnis yang berdaya saing.
Dalam kesimpulannya, menjadi couplepreneur memiliki keuntungan dan tantangan tersendiri. Sebelum memutuskan untuk memulai bisnis bersama, pastikan bahwa Anda dan pasangan telah mempertimbangkan faktor-faktor di atas dengan matang dan siap untuk menghadapi tantangan dan risiko dalam bisnis.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.





Leave a Reply