Memulai Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah langkah penting dalam perjalanan tumbuh kembang bayi. Seiring berjalannya waktu, pertanyaan yang sering muncul adalah, “Kapan mulai MPASI?” Pertanyaan ini mencerminkan kekhawatiran para orangtua yang ingin memastikan bahwa bayi mereka mendapatkan nutrisi yang tepat saat waktu yang sesuai. Memahami kapan dan bagaimana memulai MPASI adalah kunci untuk memberikan fondasi gizi yang kokoh seiring dengan pertumbuhan bayi.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai MPASI. Mereka dapat memberikan panduan yang disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan dan perkembangan khusus bayi Anda. Pemberian suplemen vitamin dan mineral juga mungkin direkomendasikan, terutama jika bayi mendapat ASI eksklusif.
Bersabarlah dan konsisten dalam memulai MPASI. Beberapa bayi mungkin langsung menerima makanan padat dengan antusiasme, sementara yang lain mungkin perlu waktu untuk beradaptasi. Jangan terlalu khawatir jika bayi menolak makanan pada awalnya. Terus tawarkan makanan baru dengan penuh kesabaran dan hindari memberikan tekanan yang berlebihan.
Dengan memahami kapan dan bagaimana memulai MPASI, orangtua dapat memberikan kontribusi positif pada kesehatan dan perkembangan bayi. Memberikan nutrisi yang tepat pada waktu yang tepat adalah investasi jangka panjang dalam kesehatan dan kesejahteraan anak.
Kapan Mulai MPASI?
Lembaga kesehatan dunia, WHO, menganjurkan agar para ibu memberikan ASI hingga usia bayi 6 bulan. Sejalan dengan bertambahnya usia bayi, maka kebutuhan nutrisinya juga bertambah. Gizi untuk bayi tidak akan tercukupi lagi dengan ASI, sehingga diperlukan Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Tetapi dalam kondisi tertentu, seperti jumlah ASI yang sedikit atau kondisi ibu yang sedang sakit, MPASI bisa diberikan saat bayi berusia 4 bulan. Pada usia 4 bulan, sistem pencernaan bayi sudah berkembang dan sudah bisa menerima asupan makanan pendamping.
Tahapan pemberian MPASI juga disesuaikan dengan tahapan perkembangan alat pencernaan bayi. Pada tahap awal, biasanya makanan yang diberikan berupa makanan cair, seperti bubur susu. Kemudian meningkat menjadi makanan kental, semi padat dan akhirnya makanan padat.
Berikan MPASI sedikit demi sedikit untuk melihat reaksi bayi terhadap makanan: suka, menolak, atau jika ada reaksi alergi. Hentikan pemberian makanan jika bayi menolak atau jika terjadi reaksi alergi. Gantilah dengan bahan makanan yang lain.
Secara umum, tanda-tanda bayi siap menerima MPASI bisa dilihat dari hal-hal berikut:
- Bayi sudah bisa menegakkan kepala dan sudah bisa duduk sambil disangga. Bayi tetap rewel meskipun sudah diberi ASI sebanyak 4-5 kali sehari.
- Bayi mulai tertarik dengan makanan. Biasanya ditandai dengan lebih tertarik kepada makanan dibandingkan saat diberi botol atau puting susu.
Tahapan MPASI
MPASI harus diberikan secara bertahap, baik dari sisi tekstur maupun jumlah porsi makanannya. Ingat, sesuaikan dengan perkembangan sistem pencernaan, kebutuhan nutrisi, dan usia bayi. Memberikan MPASI terlalu dini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan bayi karena belum siap menerima makanan. Berikut tahapan MPASI berdasarkan perkembangan usia bayi.
1. Usia 6-7 bulan
Pada usia 6 bulan, sistem pencernaan bayi sudah berkembang dan sudah siap untuk menerima makanan. Berikan makanan yang lembut seperti bubur saring, bubur susu, atau pure buah. Kenalkanlah bayi dengan satu jenis makanan saja. Hal ini untuk menghindari reaksi alergi dan penolakan karena sistem pencernaan yang masih belum sempurna.
2. Usia 7-9 bulan
Pada usia 7 – 9 bulan, ketertarikan bayi terhadap makanan menjadi semakin besar. Sistem pencernaannya juga sudah semakin berkembang, diikuti dengan pertumbuhan gigi. Makanan lunak dan sedikit bertekstur sudah mulai bisa diperkenalkan. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan gigi dan melatih bayi menggigit dan mengunyah.
3. Usia 9 – 12 bulan
Pada usia 9 – 12 bulan, perkembangan motorik bayi sudah berkembang. Bayi sudah mulai belajar berjalan. Giginya juga sudah banyak tumbuh. Makanan bertekstur semi padat seperti nasi tim atau makanan yang dicincang sudah boleh diberikan kepada bayi. Berikan juga finger snacks untuk melatihnya memegang, menggigit, dan mengunyah makanan.
4. Usia 12-24 bulan
Menginjak usia satu tahun, sistem pencernaan bayi sudah mendekati sempurna. Biasanya bayi sudah bisa mengunyah dengan baik makanan semi padat, seperti nasi tim, karena giginya sudah tumbuh dengan baik. Terus berikan finger snacks untuk melatihnya makan sendiri. Umumnya pada usia ini bayi sudah bisa berjalan dan fisiknya juga sudah semakin besar. Karena itu, diperlukan porsi makanan yang lebih besar dan nutrisi yang lengkap dan seimbang agar pertumbuhan bayi bisa optimal.
Pada usia di atas 1 tahun, menu makanan bayi disiapkan untuk peralihan ke menu keluarga. Tetapi perlu diingat, jangan terburu-buru memberikan bayi makanan yang dimakan oleh seluruh keluarga. Tetap pilihlah makanan yang tidak berbumbu tajam, tidak mengandung gas, tekstur makanan masih agak lunak, dan dalam bentuk potongan kecil sehingga mudah dimakan oleh buah hati Bunda.
Selain porsi dan tekstur, jenis bahan makanan juga harus disesuaikan dengan perkembangan sistem pencernaan bayi. Berikut bahan MPASI yang diperbolehkan sesuai dengan tingkatan usia bayi.
Jenis Makanan MPASI Sesuai dengan Tahapan Umur






Leave a Reply