Inararempah.com – Gejala Kolestrol Tinggi dapat diakibatkan oleh kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat, seperti makan makanan berlemak dan jarang berolahraga. Jika Kolestrol Tinggi tidak segera diobati, maka akan ada risiko masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung dan stroke.
Kolesterol adalah sejenis zat lemak yang terkandung dalam aliran darah. Tubuh sebenarnya membutuhkan zat ini agar organ-organ di dalamnya dapat berfungsi dengan baik dan sempurna. Namun, jumlah kadar kolesterol yang terkandung dalam darah ini harus dijaga pada tingkat yang sesuai.
Kolesterol yang berlebihan justru akan menjadi berbahaya dan dapat menyumbat aliran darah serta menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Kolestrol Tinggi Merupakan Penyakit Serius di Indonesia
Kolesterol tinggi dianggap sebagai masalah kesehatan yang serius di Indonesia karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. Kolesterol adalah senyawa lemak yang ditemukan dalam sel-sel tubuh dan makanan tertentu. Terdapat dua jenis kolesterol utama: low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL dikenal sebagai “kolesterol jahat” karena dapat menyumbat pembuluh darah, sedangkan HDL dikenal sebagai “kolesterol baik” karena membantu membersihkan LDL dari darah.
Ketika seseorang memiliki kadar kolesterol tinggi, terutama tingginya kadar LDL, endapan lemak dapat terbentuk pada dinding arteri. Hal ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, yang merupakan penumpukan plak di arteri. Aterosklerosis dapat menghambat aliran darah, meningkatkan tekanan darah, dan pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
Di Indonesia, pola makan yang tinggi lemak jenuh dan tinggi gula serta gaya hidup yang kurang aktif menjadi faktor risiko utama penyakit kolesterol tinggi. Masyarakat Indonesia cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, seperti gorengan dan makanan cepat saji, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, urbanisasi dan perubahan gaya hidup modern juga telah berkontribusi pada peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskular, termasuk masalah kolesterol tinggi.
Mengatasi masalah kolesterol tinggi di Indonesia memerlukan pendekatan yang holistik, termasuk edukasi masyarakat mengenai pola makan sehat, promosi gaya hidup aktif, dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau kadar kolesterol. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam batas normal menjadi krusial guna mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke di masyarakat Indonesia.
Jenis-Jenis Kolesterol
Kolesterol umumnya dibagi menjadi beberapa jenis, masing-masing dengan kadar normal yang berbeda. Kadar kolesterol dapat diketahui setidaknya setiap empat tahun sekali melalui pemeriksaan lab rutin atau cek kolesterol.
Berikut kami rangkum informasi mengenai beberapa jenis kolesterol dalam tubuh.
High-density lipoprotein (HDL)
HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena bertanggung jawab untuk membawa kelebihan kolesterol keluar dari tubuh baik melalui urin, feses, atau keringat. Kadar HDL yang normal adalah 60 mg/dL.Semakin tinggi kadar HDL dalam tubuh Anda, semakin baik kesehatan Anda. Di sisi lain, jika tes kolesterol Anda menunjukkan bahwa kadar HDL Anda berada di bawah 40 mg/dL, maka Anda perlu berhati-hati.
Low-density lipoprotein (LDL)
Kadar LDL yang aman adalah kurang dari 100 mg/dL. Semakin tinggi kadar LDL maka dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, LDL juga dikenal sebagai kolesterol jahat.
Trigliserida
Selain HDL dan LDL, ada satu jenis lemak yang disebut trigliserida. Di dalam tubuh, trigliserida ini dibawa oleh VLDL (Very Low Density Lipoprotein) dan merupakan jenis kolesterol yang paling umum dalam tubuh.
Kadar trigliserida yang normal berada di bawah 150 mg/dL. Jika jumlahnya terlalu tinggi, trigliserida dan LDL dapat menumpuk di pembuluh darah dan menghalangi aliran darah. Inilah sebabnya mengapa Anda perlu menjaga agar kadar LDL dan trigliserida jangan sampai menjadi terlalu tinggi.
Gejala Kolestrol Tinggi
Tanda-tanda kolesterol tinggi memang harus segera diwaspadai agar bisa dicegah. Kadar kolesterol tinggi yang tidak terkontrol berisiko menyebabkan berbagai komplikasi terkait kesehatan, termasuk serangan jantung, stroke, dan kondisi kesehatan lainnya.
Kolesterol adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah dan tubuh kita membutuhkannya untuk berfungsi dengan baik. Namun, jika kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi, maka dapat menimbulkan beberapa gejala yang terlihat oleh mata. Berikut adalah beberapa gejala kolestrol tinggi yang perlu diwaspadai:
1. Xanthelasma
Xanthelasma adalah penumpukan kolesterol di sekitar mata yang menyebabkan timbulnya bercak kuning kecil di kelopak mata. Meskipun tidak menyakitkan, xanthelasma dapat mengganggu penampilan seseorang dan menjadi tanda bahwa kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi.
2. Xanthoma
Xanthoma adalah benjolan kecil yang terbentuk pada kulit dan terkadang juga pada tendon dan tulang. Benjolan ini dapat berwarna kuning dan terlihat menonjol pada kulit. Xanthoma juga dapat menjadi tanda bahwa kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi dan memerlukan perhatian medis.
3. Plak pada arteri
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri yang menyebabkan arteri menjadi keras dan menyempit. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.
4. Katarak
Katarak adalah kondisi dimana lensa mata menjadi keruh dan kabur, sehingga penglihatan menjadi buruk. Kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembentukan katarak dan memperburuk kondisi mata.
5. Stroke
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada arteri otak yang dapat menghalangi aliran darah dan oksigen ke otak. Hal ini dapat menyebabkan stroke yang dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen.
6. Serangan jantung
Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada arteri jantung yang dapat mengurangi aliran darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung yang dapat mengancam jiwa.
7. Gangguan pencernaan
Kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk kembung, gas, dan diare. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa kolesterol tinggi dapat mempengaruhi produksi asam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak.
Dalam kesimpulannya, ada beberapa gejala kolestrol tinggi yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian medis. Untuk menjaga kadar kolesterol tetap sehat, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan tinggi serat, serta rutin berolahraga. Jika Anda memiliki gejala kolestrol tinggi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Itulah beberapa rangkuman mengenai Gejala Kolestrol Tinggi yang bisa Anda cek pada bagian mata dan kaki. Semoga bermanfaat dan tetap sehat selalu.
. Gejala Kolestrol Tinggi





Leave a Reply