9 minuman fermentasi di berbagai penjuru dunia

9 minuman fermentasi di berbagai penjuru dunia

9 minuman fermentasi di berbagai penjuru dunia

Fermentasi dapat digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman. Diketahui bahwa fermentasi olahan baik untuk kesehatan usus karena bakteri baik dan probiotik digunakan dalam proses pembuatannya. Membiarkan makanan atau minuman selama jangka waktu tertentu akan bisa menghasilkan fermentasi dengan bakteri baik.

Apakah Minuman Fermentasi Itu?

Minuman fermentasi adalah minuman yang dibuat melalui proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur. Fermentasi adalah proses kimia di mana mikroorganisme mengubah gula atau karbohidrat dalam bahan makanan menjadi asam, alkohol, atau gas. Proses fermentasi ini menghasilkan rasa dan aroma yang khas pada minuman tersebut.

Beberapa contoh minuman fermentasi yang paling populer di dunia adalah bir, anggur, sake, dan kefir. Selain itu, terdapat juga minuman fermentasi non-alkohol seperti kombucha, air kelapa fermentasi, dan minuman probiotik lainnya.

Minuman fermentasi memiliki beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari aspek probiotik yang dihasilkan selama proses fermentasi tersebut. Probiotik adalah mikroorganisme baik yang membantu menjaga kesehatan usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa minuman fermentasi yang mengandung probiotik, seperti kefir dan kombucha, telah menjadi populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Namun, seperti halnya dengan semua minuman, minuman fermentasi harus dikonsumsi dengan bijak. Minuman fermentasi yang mengandung alkohol, seperti bir dan anggur, harus dihindari oleh orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu atau hamil. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi minuman fermentasi dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh tertentu, seperti hati. Oleh karena itu, konsumsi minuman fermentasi harus dilakukan dengan seimbang dan sesuai dengan batas aman yang direkomendasikan.

 

 

Manfaat Minuman Fermentasi Bagi Tubuh Kita

 

Minuman fermentasi, seperti kefir, kombucha, dan air kelapa fermentasi, menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang berharga bagi tubuh manusia.

 

Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi minuman fermentasi:

 

 

  1. Probiotik Alami

    • Minuman fermentasi adalah sumber alami probiotik yang kaya. Probiotik adalah bakteri baik yang menghuni saluran pencernaan dan berperan dalam menjaga keseimbangan flora usus, meningkatkan pencernaan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
  2. Meningkatkan Kesehatan Saluran Pencernaan

    • Probiotik dalam minuman fermentasi dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan meningkatkan jumlah bakteri baik. Ini dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare.
  3. Memperbaiki Keseimbangan Mikrobiota Usus

    • Konsumsi rutin minuman fermentasi dapat membantu memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus. Hal ini penting untuk fungsi optimal sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi.
  4. Peningkatan Penyerapan Nutrisi

    • Proses fermentasi dapat merubah nutrien dalam makanan menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Ini dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi seperti vitamin dan mineral.
  5. Mengandung Senyawa Bioaktif

    • Minuman fermentasi mengandung senyawa bioaktif seperti asam amino, enzim, dan senyawa antioksidan. Senyawa ini dapat memberikan perlindungan terhadap radikal bebas dan mendukung kesehatan sel.
  6. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

    • Probiotik dalam minuman fermentasi dapat merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh. Dengan meningkatkan kekebalan, tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi dan penyakit.
  7. Regulasi Mood dan Stres
    • Koneksi antara saluran pencernaan dan otak, dikenal sebagai sumbu usus-otak, dapat dipengaruhi oleh keseimbangan bakteri usus. Minuman fermentasi dapat membantu merregulasi mood dan meredakan stres melalui interaksi tersebut.
  8. Pemecahan Komponen Alimentari yang Sulit Dicerna

    • Bakteri dalam minuman fermentasi dapat membantu memecah komponen alimentari yang sulit dicerna, seperti laktosa dalam kefir. Ini dapat menguntungkan individu yang sensitif terhadap laktosa.
  9. Menyokong Kesehatan Jantung

    • Beberapa studi menunjukkan bahwa minuman fermentasi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, termasuk penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah.
  10. Mengurangi Risiko Alergi dan Peradangan

    • Probiotik dalam minuman fermentasi dapat berperan dalam mengurangi risiko alergi dan peradangan dengan mengatur respons kekebalan tubuh.

 

Dengan mengintegrasikan minuman fermentasi ke dalam pola makan sehari-hari, seseorang dapat memperoleh manfaat kesehatan yang holistik bagi tubuh dan sistem pencernaannya.

 

 

 

Baca Juga : 11 Resep Minuman Herbal Sehat yang Enak

 

Jenis Minuman Fermentasi dari berbagai Negara

Seperti halnya makanan, pembuatan minuman fermentasi umumnya menggunakan ragi atau bahan sejenis yang sama.

Salah satu minuman fermentasi yang paling populer adalah Kombucha. Minuman Kombucha ini dibuat dari teh yang diberi ragi dan jamur scoby dan hanya bisa dikonsumsi setelah 7-14 hari fermentasi. Selain kombucha, ada juga beberapa minuman fermentasi lain yang menjadi ciri khas beberapa negara lain.

Ingin tahu apa saja minuman fermentasi di negara lain? Mari kita simak ulasannya dibawah ini.

 

 

1. Kombucha – dari Jepang

Kombucha ini pernah digunakan pada tahun 414 M untuk menyembuhkan penyakit Kaisar Jepang. Kombucha adalah fermentasi yang terbuat dari teh hijau atau teh hitam yang dicampur dengan jamur ragi bersama gula. Minuman ini mulai banyak ditemukan di Indonesia.

 

 

2. Tepache – dari Meksiko

Minuman ini memiliki rasa yang manis dan asam. Tepache terbuat dari campuran nanas, larutan gula, piloncillo, air dan ragi. Setelah beberapa hari (kurang lebih 2-3 hari), Anda bisa mengonsumsi fermentasi nanas ini.

 

 

3. Kefir – dari Turki atau Rusia Timur

Kefir berbahan dasar susu ditandai dengan tekstur yang kental dan rasa yang tajam. Kefir biasa ditemukan di wilayah Turki atau Rusia timur. Kefir adalah minuman tradisional fermentasi yang terbuat dari susu sapi, kambing, dan domba yang di beri bibit kefir. Dibandingkan dengan bibit yogurt, bibit kefir mengandung lebih banyak mikroorganisme yaitu sekitar 60 jenis mikroorganisme.

 

 

4. Kvass – dari Eropa Timur

Minuman hasil fermentasi ini berasal dari Eropa Timur. Kvass adalah minuman tradisional yang difermentasi dari roti gandum hitam, gula, kismis, dan air. Minuman ini memiliki rasa yang menyegarkan dan sering diminum pada setiap musim panas.

 

 

5. Tuak – dari Asia Tenggara

Selain kombucha, tuak juga banyak ditemukan di Indonesia. Namun yang jelas tidak hanya di Indonesia, tuak juga bisa ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Tuak sendiri adalah minuman hasil fermentasi yang terbuat dari bahan minuman yang mengandung gula, beras dan air.

 

 

6. Makgeolli – dari Asia Timur

Jenis minuman yang berasal dari Asia Timur ini merupakan minuman hasil fermentasi dari beras putih yang di diamkan dalam jangka waktu yang cukup lama. Makgeolli sendiri sering dikonsumsi oleh masyarakat Asia Timur untuk menutrisi kulit dan wajah.

 

 

7. Boza – dari Turki

Minuman Boza terbuat dari bulgur (gandum olahan), gula, air dan ragi yang difermentasi. Teksturnya hampir seperti smoothie. Minuman ini sering dikonsumsi oleh masyarakat Turki, terutama di awal musim dingin.

 

 

8. Handia – dari India

Handia adalah minuman yang terbuat dari beras yang difermentasi. Minuman ini sangat populer di India, terutama di Odisha. Minuman Handia di fermentasi hanya selama 7 hari, sehingga cenderung memiliki kandungan alkohol yang rendah, tetapi merupakan minuman hidrasi antibakteri dan sangat bergizi.

 

 

9. Sima – dari Finlandia

Minuman Sima terbuat dari lemon, gula merah, kismis, ragi dan air. Minuman ini rasanya campuran asam dan manis. Rasa asam dan segarnya berasal dari buah lemon. Sedangkan rasa manisnya berasal dari gula merah dan kismis.

 

 

 

 

 

Itulah beberapa minuman fermentasi dari berbagai belahan dunia. Minuman fermentasi ini biasanya sangat popular di masyarakat setempat.

Nah, jadi apakah Anda juga mau mencobanya?